Skinny Fat: IMT under 25 Belum Tentu Tidak Gemuk?

skinny

Apakah anda berbadan kurus? Tetap rajin memeriksakan kesehatan ya, jangan sampai anda termasuk kategori Skinny Fat

Trend Skinny Body

Menjadi kurus adalah impian banyak orang. Model – model di fashion show pun semakin banyak yang bertubuh ramping cenderung kurus (bentuk tubuh persegi panjang atau skinny). Hal ini sangat kontras bila dibandingkan dengan model pada era 1990an, dimana bentuk tubuh yang diidamkan cenderung seperti gelas pasir (hourglass).

Baca juga mengenai berbagai bentuk tubuh disini.

Akibat dari trend tersebut, banyak yang berusaha untuk memiliki tubuh kurus. Badan gemuk dianggap lebih rentan mengalami berbagai macam penyakit. Pendapat ini ada benarnya. Kegemukan memang berhubungan dengan meningkatnya risiko terhadap penyakit jantung, diabetes, serta penyakit degeneratif dan metabolik lainnya. Namun, apabila tubuh anda kurus, bukan berarti anda tidak perlu menjaga dan memeriksa kesehatan anda.

Skinny Fat

Skinny fat, sering disebut juga BONW (Metabolically Obese-Normal Weight) atau TOFI (Thin Outside Fat Inside). Terminologi ini digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang cenderung bertubuh kurus atau ramping, dengan indeks massa tubuh normal, namun memiliki proporsi lemak tubuh yang berlebihan. Lemak ini terutama terletak di daerah perut. Adanya penumpukan lemak pada perut (obesitas sentral) dan pada organ tubuh, akan meningkatkan risiko yang sama terhadap kesehatan seperti orang gemuk.

Bagaimana cara mengetahui apakah anda termasuk skinny fat atau tidak?

Identifikasi

Untuk mengetahui apakah anda memiliki tubuh dengan kategori skinny fat atau tidak, ada beberapa perhitungan yang perlu anda lakukan.

IMT

Indeks Massa Tubuh (IMT) atau disebut juga BMI (Body Mass Index) merupakan metode pengukuran dengan membandingkan berat badan dan tinggi badan. Hasil IMT dibawah 25 kg/m2 menunjukkan IMT normal. Namun, angka IMT normal tidak serta merta menunjukkan bahwa anda sehat. Anda perlu tahu juga mengenai persentase massa lemak tubuh anda (body fat percentage). Hanya berpegangan pada Indeks Massa Tubuh dapat membuat anda lalai terhadap parameter kesehatan lain seperti tekanan darah, kadar lemak tubuh, kadar kolesterol darah, gula darah, trigliserida, aktivitas fisik teratur, dan lainnya.

IMT diatas 25 kg/m2 pun belum tentu menunjukkan seseorang menderita obesitas. Sebagai contoh, atlet terutama yang mengandalkan massa otot seperti binaragawan seringkali memiliki IMT yang berada diatas rentang normal. Namun, massa lemak tubuh mereka tentunya berada jauh dibawah massa otot.

skinny
Apabila hanya melihat berat badan tanpa melihat persentase lemak, maka seorang atlet akan masuk ke dalam kategori berat badan berlebih. (Sumber Gambar: Google)

Persentase Lemak Tubuh

Mengukur kadar lemak tubuh memang tidak sesederhana menghitung IMT. Namun, anda dapat memanfaatkan kalkulator penghitung lemak tubuh yang memerlukan angka usia, jenis kelamin, berat badan, lingkar leher, lingkar pinggang, juga lingkar pinggul anda. Pastikan anda mengukur seakurat mungkin agar hasil yang didapatkan juga baik.

Tekanan Darah

Mengukur tekanan darah merupakan metode yang mudah, murah, dan tidak invasif. Sehingga, anda dapat melakukannya secara rutin. Meskipun tidak memiliki tubuh yang gemuk, ternyata anda juga dapat berisiko memiliki tekanan darah yang tinggi. Hal ini dapat diperberat apabila anda memiliki riwayat hipertensi di keluarga.

Kadar Kolesterol Darah

Sesekali cek juga kolesterol darah anda. Hanya karena anda tidak memiliki tubuh yang gemuk atau timbangan anda stabil, bukan berarti anda memiliki kadar kolesterol darah yang normal. Apalagi, kolesterol tinggi dalam darah seringkali tidak menimbulkan gejala apa-apa. Dikutip dari situs mayoclinic.com, tingginya kadar kolesterol darah bisa dipengaruhi oleh berbagai macam sebab,antara lain:

  • Faktor Makanan

Kerap mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti yang didapatkan dari produk ternak, serta lemak trans yang banyak terdapat pada snack, bisa meningkatkan kadar kolesterol darah anda. Produk makanan yang banyak mengandung kolesterol seperti daging merah dan susu juga akan meningkatkan kadar kolesterol anda.

  • Kurangnya Olahraga

Olahraga akan meningkatkan produksi HDL, yang dikenal sebagai kolesterol baik.

  • Merokok

Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah anda, dan membuatnya mudah menumpuk lemak sehingga anda akan rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan penyempitan pembuluh darah. Merokok juga menurunkan kadar HDL anda.

  • Usia

Seiring dengan bertambahnya usia, risiko anda untuk memiliki kadar kolesterol tinggi juga akan meningkat. Usia lanjut juga akan membuat organ hati akan lebih sulit untuk menurunkan kadar LDL (lemak jahat)

  • Diabetes

Tingginya kadar gula darah akan meningkatkan kadar VLDL dan menurunkan kadar HDL anda. VLDL yang terlalu banyak juga bisa berbahaya bagi pembuluh darah. Kadar gula darah yang tinggi juga akan merusak lapisan dalam pembuluh darah arteri anda. Memiliki tubuh kurus bukan berarti anda memiliki kadar gula darah yang normal. Sesekali cek kadar gula darah anda, karena skinny fat juga sering dihubungkan dengan resistensi insulin dan kadar gula darah abnormal.

  • Genetik

Apabila orang tua atau saudara anda memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi, anda juga memiliki risiko serupa. Sehingga, anda perlu memeriksakan kadar kolesterol anda secara teratur, tidak terpaku pada berat badan anda.

Kadar Gula Darah

Seperti telah disebutkan diatas, memilki Indeks Massa Tubuh yang normal bukan berarti gula darah anda selalu normal. Jangan lupa untuk memeriksakan juga kadar gula darah anda, karena skinny fat juga berhubungan dengan adanya gangguan resistensi insulin dan toleransi glukosa.

Bagaimana cara mengatasi kondisi skinny fat?

Mengatasi Skinny Fat

Apabila anda ternyata masuk dalam kategori skinny fat, jangan panik. Lakukan beberapa langkah sebagai berikut:

Hentikan Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol

Seperti yang telah dibahas diatas, merokok dapat meningkatkan kadar kolesterol anda. Minum minuman beralkohol juga dapat meningkatkan gula darah dan mengganggu fungsi hati anda. Keduanya berperan penting dalam menimbulkan masalah metabolik seperti gangguan kardiovaskular dan diabetes melitus.

Memakan Makanan yang Sehat dan Gizi Seimbang

Menu makanan yang banya disajika di restoran fast food kebanyakan kurang seimbang, seperti mengandung karbohidrat terlalu banyak, sementara porsi protein dan serat sangat kurang. Mulai sekarang, aturlah menu makanan anda, isi piring anda sesuai dengan porsi panduan Isi Piringku, serta konsumsi serat dari sayuran dan buah-buahan agar anda mendapatkan mikronutrien dan asupan serat yang cukup.

Baca juga mengenai pentingnya memahami Indeks Glikemik makanan disini.

Melakukan Olahraga Secara Teratur

Meskipun anda tidak merasa gemuk, anda seharusnya tetap melakukan olahraga secara teratur. Berolahraga seharusnya tidak hanya dilakukan dalam rangka menurunkan berat badan, namun bertujuan untuk menjaga kesehatan serta fungsi tubuh.

Olahraga yang terutama bermanfaat untuk mengatasi skinny fat dan menjaga keseimbangan antara massa lemak dan otot tubuh adalah latihan resistensi. Selain membakar lemak, jenis latihan ini juga membantu meningkatkan massa otot, yang akan membuat pembakaran lemak semakin efektif. Latihan ini juga akan meningkatkan metabolisme tubuh.

Baca juga mengenai latihan dumbbell sebagai salah satu jenis latihan resistensi disini.

Rutin Melakukan Cek Kesehatan

Setelah anda terbiasa dalam melakukan pola hidup sehat secara rutin, tidak ada salahnya menambahkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran IMT, massa lemak tubuh, tekanan darah, kadar kolersterol serta gula darah secara teratur.

Kesimpulan

Memiliki bentuk tubuh yang ideal selayaknya dilakukan tidak hanya untuk kepercayaan diri saja, namun juga untuk menjaga kesehatan tubuh demi mencapai kualitas hidup yang optimal. Dengan melakukan gaya hidup sehat, anda akan mencapai definisi sehat luar dan dalam yang sesungguhnya.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *