Introducing Vitamin B1: Say Goodbye to Beri-Beri

b1

Ternyata, vitamin B tidak hanya melulu soal saraf

Vitamin B1: Tiamin

Vitamin B kompleks dikenal masyarakat umum sebagai vitamin saraf. Vitamin B kompleks terdiri dari 8 jenis vitamin B yang berbeda yaitu vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (folat), dan B12 (sianokobalamin).

Vitamin B termasuk ke dalam jenis vitamin larut air. Sifat vitamin larut air antara lain mudah terbuang via urine, dan tidak disimpan dalam tubuh (perkecualian untuk folat dan sianokobalamin). Pada vitamin larut air mudah terjadi defisiensi, karena sifatnya yang terlarut dan mudah terbuang lewat urine. Namun karena itu pulalah, tidak mudah terjadi toksisitas alias keracunan akibat vitamin larut air.

Sumber Tiamin

Sebagai bagian dari B kompleks, vitamin B1 banyak ditemukan pada gandum utuh (beras yang belum dihilangkan kulit arinya), hati, telur, daging, seral dan kacang – kacangan. Beras putih yang sudah digiling biasanya memiliki sedikit kandungan tiamin, dan seringkali terbuang saat dicuci secara berlebihan.

B1
Beras Coklat merupakan sumber tiamin yang baik. (Sumber: Google)

Fungsi Tiamin

Tiamin sebagai salah satu anggota vitamin B kompleks tentu saja memiliki fungsi menjaga kesehatan saraf. Dalam metabolisme tubuh, tiamin bekerja sebagai kofaktor pada reaksi biokimia yang menghasilkan ATP. ATP merupakan sumber energi tubuh kita. Berikut adalah beberapa fungsi penting tiamin pada tubuh menurut hellosehat:

Mencegah penyakit beri -beri

Menurut wikipedia, Beri-beri adalah suatu penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B1, akibat yang ditimbulkan biasanya berupa bengkak-bengkak dan pembesaran pada betis. Beri-beri ada 3 jenis, yaitu:

  1. Beri-beri kering: Beri-beri kering memiliki gejala kaki terasa tebal dan kesemutan pada anggota badan. Otot lelah dan kekuatannya berkurang. Tahap akhir, anggota badan layuh dan penderita berjalan seperti ayam. Sering sesak napas dan jantung berdebar-debar bila sedikit berkegiatan. Beri-beri merupakan penyakit yang mengerikan karena penderita penyakit ini memiliki risiko meninggal dunia.
  2. Beri-beri basah: Beri-beri basah memiliki ciri adanya pembengkakan dari kaki, tungkai bawah, lalu muka, dan bagian tubuh lain. Bila betis yang bengkak ditekan, terbentuk cekungan yang tak segera hilang dan terasa sakit.
  3. Beri-beri jantung: Beri-beri jantung ditandai rasa tekanan di ulu hati, sesak napas, dan berdebar-debar dalam menjalankan kegiatannya. Kelamaan, gejala ini muncul tanpa ada kegiatan, mendadak, dan langsung berat dan penderita bisa meninggal dalam waktu singkat.
B1
Gambaran ketiga jenis penyakit beri-beri. (Sumber: Google)

Membantu pembentukan energi

Tiamin berperan penting pada berbagai reaksi tubuh. Setidaknya ada 4 enzim pada reaksi biokimia tubuh yang memerlukan tiamin, yaitu:

  1. Piruvat Dehidrogenase. Enzim ini mengubah piruvat menjadi asetil koA. Reaksi ini terjadi pada tahap dekarboksilasi oksidatif, dan dibutuhkan untuk masuk kedalam siklus Kreb. Bersama dengan vitamin B2, asam lipoat, vitamin B3, dan vitamin B3, vitamin B1 membantu kerja enzim ini, yang berlangsung secara aerobik.
  2. Alfa ketoglutarat dehidrogenase. Enzim ini bekerja di siklus Kreb. Enzim ini mengubah alfa ketoglutarat menjadi suksinil koA.
  3. Branched-chain alfa keto acid dehidrogenase. Enzim ini berperan pada degradasi asam amino rantai cabang, yaitu leusin, isoleusin, dan valin.
  4. Transketolase. Enzim ini bekerja pada jalur pentosa fosfat.

Menjaga fungsi otak

Sebagai salah satu vitamin saraf, vitamin B1 tampaknya memiliki manfaat untuk memperbaiki fungsi otak, terutama pada penderitapenyakit Alzheimer. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Vietnamese American Medical Research Foundation pada 2011.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa asupan vitamin B1 dapat meningkatkan fungsi kognitif pada penderita Alzheimer. Fungsi kognitif adalah fungsi otak yang mencakup kemampuan berpikir, mengambil keputusan, belajar, dan sejenisnya.

Membantu mengurangi stres

Tiamin juga dapat membantu mejaga mood anda sehingga anda lebih mudah beradaptasi dengan stres.

Menjaga kesehatan penderita penyakit jantung

Penderita penyakit jantung terutama hipertensi, biasanya diberikan obat diuretik, yang akan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini berisiko meningkatkan defisiensi tiamin. Karena itu, suplementasi tiamin dianggap baik bagi penderita penyakit jantung.

Penyebab Defisiensi

Ada sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan kurangnya jumlah tiamin (B1) di dalam tubuh, yaitu:

Kurangnya Asupan

  • Sering mengonsumsi beras giling (tanpa kulit) yang rendah kadar tiamin.
  • Jarang mengonsumsi makanan kaya tiamin, seperti daging unggas dan kacang.
  • Mual dan muntah berlebihan saat hamil (hipermesis gravidarum). Kehamilan dan menyusui akan meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin B1. Apabila asupan tidak memadai seperti yang terjadi pada ibu hamil yang mengalami mual muntah, maka asupan yang berkurang dan kebutuhan yang bertambah akan menyebabkan defisiensi tiamin dengan cepat.
  • Bayi yang minum ASI atau susu dengan kadar tiamin rendah.

Gangguan Penyerapan

  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Alkohol mengganggu penyerapan tiamin di duodenum. Alkohol juga menghambat perubahan tiamin menjadi tiamin pirofosfat, yaitu bentuk aktif dari tiamin.
  • Kelainan genetik yang membuat tubuh sulit menyerap tiamin.
  • Sering mengonsumsi zat anti gizi. Beberapa makanan seperti pinang/sirih, fermentasi daun teh, tanin, ikan mentah, kopi, dan kerang-kerangan memiliki tiaminase, yaitu enzim yang merusak tiamin.
  • Menderita hipertiroidisme atau kadar hormon tiroid berlebih dalam darah.
  • Menderita penyakit HIV/AIDS.
  • Efek samping bedah bariatrik atau penurunan berat badan drastis.

Pembuangan Berlebihan

  • Mengonsumsi obat-obatan golongan diuretik dalam jangka panjang.
  • Penderita gagal ginjal kronis yang menjalani cuci darah (hemodialisis).
  • Konsumsi alkohol berlebihan. Konsumsi alkohol dapat menyebabkan diuresis, yaitu kencing berlebihan. Buang air kecil secara berlebihan berisiko turut membuang vitamin larut air, termasuk vitamin B1.

Kesimpulan

Vitamin B1 (tiamin) ternyata memegang banyak peranan penting bagi tubuh kita. Pastikan asupan makanan kita memiliki pola yang sehat dan seimbang, sehingga tubuh memiliki kesehatan optimal dan dapat berfungsi dengan baik.

Related Articles

Anemia dan Gejalanya

Penyakit anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Hal ini terjadi ketika hemoglobin di dalam sel-sel darah merah tidak cukup, seperti protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *